Perjalanan Baru

Ada benih yang pernah kami tanam berdua, dengan rasa percaya

ketika musim belum penghujan, dulu, di waktu yang tak begitu lama

Ia bertunas, merajut daun, dan kami rayakan hari ini, 

dengan secangkir syukur, selembar undangan, dan selarik puisi

Semoga sedendang doa berlabuh buat tunas kami

selalu menjadi tempat kami berteduh, kala musim sering berganti.

(:bukanaQu)

…dan hari ini, sebuah perjalanan baru akan dimulai..

Sengkol, 29 September 2016

Sebuah Teguran

Sudah lama sekali sejak kali terakhir saya menulis posting di blog ini. Dan entah sudah berapa kali saya menggunakan kalimat yang sama untuk mengawali tulisan saya. Sad but true. Saat menulis ini, duduk samping kanan saya, Eka Mpit, yang menyebut dirinya journeylist. Di sebelah kiri saya, kak Indra, tukang foto AirBnB. Mereka berdua keren.
image

Postingan ini sebetulnya hanya untuk mengakhiri ke-vakum-an saya menulis. Ada Bang Yusran Darmawan (www.timur-angin.com) di hadapan saya sedang berbagi inspirasi seputar blogging. And this like a slap on my face.

Ada begitu banyak hal penting yang terlewatkan saat tidak langsung direkam dalam tulisan.
Ada begitu banyak momentum rasa yang kemudian harus kita cari-cari lagi entah kemana saat luput dituliskan.

There’s no excuses to stop writing.
Karena menulis adalah kerja untuk keabadian.

image

This Too Shall Pass

So, it is February.
I am writing this blog post from my laptop sitting on my brother’s office, well this basically is my (old) office too.

I can’t keep myself from not being amazed of how time flies this fast. And even if I realized that it is, I’m amazed. Still. For me, this fact somehow like a slap on my face. You know that feeling of uselessness, of not doing enough while the time passes you by. You face the (almost) same routines everyday, worrying the same stuffs, and sometimes pretending that you are strong enough to tackle the world issues. Yes I am a super hero.

It is true that life goes on. I am a firm believer of that saying. No matter what happens to you or what you are worrying about, life seems to keep going in its own stream–unstructured, dangerous. Chaos. That’s why, instead of busying myself with all those scenarios (one scenario is in my thought, and the other one is what happens in real life), I decide to just keep going and grow with the flow.

I stop living too many what ifs. I try to enjoy the flow and grow with it. I don’t know if what I’m doing is right, but at least I try to make every moment counts.

For every troubles and difficulties you face
For all your doubts and worries
For whatever happens in your life
Embrace them all

All those must come to pass
and
This too shall pass

– El

2016

Assalamu alaikum,

Apa kabar dunia?
Ternyata kita sudah berada di 2016. Begitu cepat.

Bagi banyak orang, mungkin pergantian tahun hanya perihal perubahan angka. Namun bagi banyak yang lainnya, pergantian tahun bisa jadi perubahan besar, perwujudan mimpi-mimpi. Setidaknya saya meyakini bahwa setiap orang, siapa saja, memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik dari versi sebelumnya.

2015 telah menjadi tahun yang luar biasa. Banyak petualangan dan pelajaran yang saya dapatkan darinya. Jika ditanya, what’s your biggest learning point in 2015?

Here is my answer:

I learned not to sweat small stuffs
Often time I tried to control almost everything. I made the scenario in my mind with so many what ifs. It turned out that nothing is actually as bad as it seems and vice versa. I learned to let go. To let things be just what it be. My part is always doing my best, but at the end, learn to let go, and let things be.

I survived.

Di tahun 2016, banyak hal yang ingun saya lakukan, ingin saya wujudkan. Saya percaya bahwa doa-doa kebaikan yang dikirim manusia digenggam erat oleh pemilik semesta dan dilepaskanNya pada waktu yang tepat.

InsyaAllah, kita akan sampai pada yang terbaik. Semoga kita tetap setia pada proses untuk tumbuh dan berkembang. Amin.

Selamat berpetualang di tahun yanh baru!

Tentang Jeda

Allah Maha Bijaksana, ia menciptakan jeda-jeda untuk manusia berhenti: beristirahat, merenung, menyusun kembali rencana, memulai dengan semangat baru–JEDA. Dalam satu hari saja, Allah menyediakan 5 jeda dalam bentuk sholat 5 waktu. Saat itulah manusia diminta melepas keduniawiannya, beristirahat melepas penat dengan bertemu penciptaNya.

Jika kau merasa penat, lelah, berhentilah sejenak. Santai saja. Nikmati jeda, temukan dirimu dalam jeda.

Saat hujan, 11 November 2015

Aku Mencarimu Kemana-Mana

Aku mencarimu
Kemana-mana

Di jalan-jalan
Setelah matahari terbit
Di kerumunan orang-orang
Dengan ribuan ekspresi
Di wangi kopi pagi
Di sejumput kenangan
Di mimpi masa depan

Aku mencarimu
Kemana-mana

Di potongan berita surat kabar
hari ini
Di Linimasa yang tak pernah sepi celoteh
Di terik panas siang hari
Di gurat senja merah selepas lelah

Aku mencarimu
Kemana-mana

Kemana-mana
Aku mencarimu

Aku menemukanmu
Disitu
Tetap disitu
Di sudut hatiku

Kamu tak kemana-mana
Kamu disitu
Di sudut hatiku
Selalu