What Do We Live For (?)

Dan ternyata kematian bekerja dengan cara yang teramat sangat sederhana. Memisahkan ikatan makhluk bernyawa dengan keduniawiannya, persis seperti bagaimana “gunting” bekerja. Hanya saja, setelah kematian maka ikatan raga dengan dunia tak mungkn disambung lagi, tidak seperti menggunting yang kmudian sisanya masih bisa dijahit atau direkatkan.

Sederhana.
Kadang kematian bisa datang sangat cepat, lebih cepat dari kedipan mata.kadang juga lambat, hingga kita masih bisa menciumi baunya.

Belakangan saya menyadari bahwa kematian adalah memang hal yang teramat dekat sekaligus juga mnjadi hal yang paling sering (meski tanpa sadar) kita “deny” keberadaanya.

Selebihnya saya brfikir tentang hidup yg sungguh hanya satu kali. Tentang bagaimana orang2 yang masih hdup bercerita tentang bagaimana oran-orang yangg telah pergi menghabiskan masa hidupnya. Ya, ini tentang membuat hidup kita bermakna.

Dan kita semua mengerti benar tentang teori itu.

Yaa, mari melihat dunia ini dgn cara yang sederhana saja. It’s EXACTLY n0t abouT HOW L0NG WE LIVE, but HOW ???

“You measure yourself by the people who measure themselves by you” –the bucket list–

for my mama, rest in peace🙂 GOD knows what i mean, love u as always . .

One comment

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s