*KENANGAN*

Bagaimana sebuah foto bisa membawamu kembali ke masa lalu? Bagaimana sebaris tulisan di buku lusuh mampu membuatmu termenung begitu lama dan sesaat tampak seperti mengingat-ingat?

Jawabannya : Kenangan.

Oh, Tuhan sungguh luar biasa. Entah bagian mana dari otak ini yang bereaksi terhadap hal-hal kecil serupa—lembaran foto lama, tulisan tangan yang tercecer, alunan musik, rintik hujan, wangi kopi, bahkan bau parfum—dan sekonyong-konyong aku melayang menembus dimensi waktu. Aku kembali ke masa lalu dalam sekejap mata.

Aku ingat bagaimana kau memintaku mengambil gambar, “untuk kenang-kenangan,” katamu. Aku ingat kau bangun malam-malam dan minta ditemani mengerjakan tugas, aku diam dan sekedar ikut membuat coretan di halaman terakhir buku tulis. Aku ingat rintik hujan tadi sore persis sama dengan rintik hujan saat kau membuatkan segelas teh hangat waktu itu. Dan ya, kopi yang baru saja ku minum di warung sebelah, persis seperti kopi yang ku minum saat kita menghabiskan senja di depan rumah. Satu lagi, wangi parfum. Seorang wanita paruh baya lewat dengan wangi yang sama, sama dengan parfum kesukaanmu.

Jawabannya : Kenangan.

Oh, Tuhan sungguh luar biasa. Ia paham benar bahwa waktu tak mungkin berjalan mundur, jadi Ia membuatkan kenangan. Yang kapan saja bisa diziarahi. Dan semua cerita lama tiba-tiba seperti baru terjadi kemarin sore. Ajaib.

Terima kasih Tuhan atas setumpuk kenangan.

5 comments

  1. Dan ya, kopi yang baru saja ku minum di warung sebelah, persis seperti kopi yang ku minum saat kita menghabiskan senja di depan rumah. Satu lagi, wangi parfum. Seorang wanita paruh baya lewat dengan wangi yang sama, sama dengan parfum kesukaanmu. (suka bagian yang ini; detail, sangat sukup menggambarkan suasananya. Sangat cukup! Saat orang kembali merasakan/ menemukan hal itu lagi, di hadapannya hanya ‘dejavu’ aku membayangkan ini menjadi tulisan yang panjang… menarik. Ditunggu postingan berikutnya …)

    tapi bagaimana jika seseorang tiba-tiba datang, mengatakan sesuatu dengan caranya, meminta permakluman dengan caranya :
    aku sering lupa dimana foto-foto lamamu kusembunyikan
    pada sebuah ruang yang berdinding penuh– baju2 bermuatan penuh ..

    he he

    salam

  2. ketika membaca ulang puisi-puisi saya baik di buku maupun di blog tidak jarang kenangan saat puisi itu kutuliskan berkelebat bahkan kadang juga menyeretku merenungi kembali peristiwa-peristiwa sekitar puisi itu

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s