What I Learned on December

December is almost over..

Lama nggak posting lagi. Banyak cerita-cerita yang pengin di-share, tapi kok kesannya rada hambar yakk?? Telat, keburu basi. Yeaa, for sure Desember ini sesuatu banget buat saya. Banyak hal-hal baru, orang-orang baru, dan cerita baru yang berjejal masuk ke dalam memori otak. Hahaha..

What did I learn from December? Here are some of them.

* Jangan menghabiskan waktu untuk berfikir tentang sesuatu yang belum tentu terjadi. It’s kinda wasting too much of our time. Mungkin saja yang kita pikirkan adalah bagian dari optional choices yang memang mungkin terjadi, but come on, GOD has all the final result!! Tugas kita hanyalah mengusahakan yang terbaik dan tetap berfikir positif, selebihnya biarlah tangan Tuhan yang bekerja. I believe, if GOD wants us to get there, then it will be, no matter how impossible it looks like.

*
Don’t settle for something ordinary. Katakan YA pada kesempatan yang datang. Jangan terlalu cepat berfikir tentang materi yang akan kita dapatkan. Ilmu baru, orang-orang baru, pengalaman baru, jauh lebih berharga daripada sekedar materi. Menurut saya;apapun yang kita lakukan sekarang ini adalah semacam tabungan masa depan. Apa yang kita tabung sekarang pasti ada korelasinya dengan masa yang akan datang. Take chances, walk the challenges.

* Believe in your power. Nggak bisa dipungkiri, di dunia ini ada dua tipe manusia, setidaknya berdasarkan bagaimana mereka memperlakukan kita. Pertama, orang-orang yang setia memberikan dukungan dan kedua adalah orang-orang yang bersebrangan atau menjatuhkan kita. Kita harus punya kekuatan untuk mencounter keduanya, I mean it’s like ‘we own the life of ourselves, we’re the master of it, so don’t ever let other takes even more than your position‘. Kita punya kekuatan yang bisa dibangkitkan kalau kita benar-benar mau. Ya, manusiawi banget lah kalau ada sebagian orang yang dengan sengaja menjatuhkan atau membuat kita merasa ‘useless‘, kita boleh sakit karenanya, tapi jangan mati!! We should fight back,!! Those who look us down, mesti tahu kalau kita punya kemampuan yang mereka belum tentu punya. That is.

* Istimewakan Tuhan. Mungkin klise. Saya juga nggak tahu bagaimana penjabarannya. Temukan saja caranya sendiri. Tuhan sudah membuat kita begitu istimewa di dunia ini, begitupun kita seharusnya.

I learned more than those written, actually. I will post it later. Dear GOD, let me thank YOU for making my dream a step closer to be true. THANK YOU.

One comment

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s