Aku Benci Kamu Hari Ini

PING!!
Howdy?

I’m oke.”

Cukup sesingkat itu balasan BBM yang kukirim padamu. Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya. Arrgh, bukan tak ingin berpanjang-panjang berbalas pesan. Hanya saja, yahh, bahkan alasannya pun tak bisa kusebutkan.

Makan siang bareng, bisa?

Kerjaan belum kelar, kali lain yak!!

Selalu sesingkat itu BBM yang kukirim padamu. Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya. Padahal bukan hanya makan siang saja yang kuinginkan, seharian ini bersamamu pun aku mau, bahkan sangat mau.

Ehh, aku ada buku baru. Penulis favoritmu lho, delivery service to your home is ready, mau?

Ahh, kamu terlambat! Aku sudah beli bukunya minggu lalu.”

BBM klasik untuk kamu. Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya. Alasan yang selalu tepat untuk mengatakan dengan sopan “jangan main ke rumahku!”. Padahal, tanpa ada keperluan apapun, kedatanganmu kutunggu, bahkan sangat kutunggu.

Besok aku balik Jakarta, meet me once y! c u at the airport!

I’m paralyzed. Balasan apa yang harus kuketik, padamu? Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya. Aku tahu tapi aku tak tahu. Aku mau tapi aku tak mau. Aku bisa tapi aku tak bisa. Akhirnya,

Oke, I will!” jawabku.

Thank You, can’t wait to meet you! :)”

Setelah berminggu-minggu aku menghindar dari bertemu kamu. Menjawab BBM sesingkat-singkatnya. Menolak panggilan dengan alasan bla..bla. Seberani apa aku bertemu kamu? Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya.

Maaf ya, nggak bisa lama-lama, ada kerjaan!

Nggak papa, nih buat kamu! Makasi ya😉

Pertemuan paling singkat, antara aku dan kamu. Tergesa-gesa aku pulang, membuka bungkusan darimu. Ya kamu, kamu yang tak boleh kusebut namanya. Bros kecil berbentuk hati dengan secarik kertas bertulis tangan “I wish you know how much I love You”

Aaarrrgh, aku benci kamu hari ini! Aku benci bagaimana kamu meracuni setiap inchi kewarasanku. Aku benci kamu membuatku seperti bukan aku. Aku benci harus mengarang-ngarang balasan setiap kali BBM-mu masuk. Aku benci harus membuka timeline di twittermu setiap saat. Aku benci karena aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Aku benci bros hati itu, aku benci tulisan tangan itu.

Aku benci kamu hari ini. Sumpah!! Aku benci berpura-pura. Termasuk berpura-pura agar kamu, ya kamu yang tak boleh kusebut namanya, tahu bahwa aku benci kamu. Kukirim BBM :

I don’t love you

Proyek #15HariNgeblogFF day-8

One comment

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s