LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

Rasanya saya harus memulai postingan ini dengan bersyukur. Bersyukur karena saya melewati masa kanak-kanak yang menyenangkan. Saya punya orang tua yang sempurna, kakak-adik yang setia sebagai partner in crime sekaligus musuh bebuyutan, ya, karena saat masih kecil dulu, rasanya kurang seru bila hubungan persaudaraan tak dibumbui perkelahian. Hehe..

Masa kanak-kanak saya menyenangkan. Saya bisa makan enak setiap hari. Sekolah dengan tenang, dan juara kelas setiap tahunnya. Saya punya tas sekolah yang bagus, peralatan sekolah yang lengkap, dan berlangganan majalah BOBO. Saya bisa tertawa setiap hari tanpa harus memikirkan sepatu yang robek, buku tulis yang habis atau pakaian seragam yang kotor. Terima kasih Tuhan.

LOMBOK KIDS PROJECT

Itu dia alasannya, mengapa setiap saya bertemu anak kecil yang berkeliaran di jalanan;entah mengamen, mengemis, atau berjualan koran, ingatan saya akan masa kecil saya yang menyenangkan seakan terulang kembali. Tuhan, mestinya anak-anak seusia mereka tidak besar di jalanan. Mereka semestinya bersekolah dan belajar dengan rajin, bermain bola bersama teman-teman dan tidur di malam hari setelah mengerjakan PR. Ya, tapi kenyataannya, tidak semua bisa menikmati masa-masa kanak-kanak yang menyenangkan . Tidak semua bisa belajar dengan rasa tenang tanpa harus memikirkan besok pagi bisa makan atau tidak.

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

Di postingan ini saya ingin sedikit bercerita tentang LOMBOK KIDS PROJECT, kegiatan sosial yang kami gerakkan bersama-sama untuk mengajar anak jalanan dan anak kurang mampu di Lombok.

LOMBOK KIDS PROJECT

Sebelumnya, saya dan seorang teman (Aisyah) bertemu dengan dua orang asing, yang tengah mengikuti program beasiswa di Universitas Mataram, mereka adalah Marta dan Helenka. We talked a lot about Lombok, its environment, communities, and lot of things. Berangkat dari perasaan ‘risih’ saat mereka berdua yang notabene adalah ‘bule’ seringkali berjumpa dengan anak-anak yang berebutan memanggil mereka di jalan dengan sebutan ‘helo mister’, as well the should be called ‘helo miss’, maka mereka berdua bermaksud untuk mengajar bahasa Inggris dasar bagi anak-anak. Aisyah sendiri sejak awal memang memiliki beberapa orang anak asuh yang notabene adalah ‘anjal dan gepeng’. Sedangkan saya, sudah lama tertarik dengan kegiatan-kegiatan semacam ‘Indonesia Mengajar’ or anything related to social activities especially on ‘empowerment of kids , teens and communities’. Oya, ditambah satu orang lagi Annisa. Jadilah kami bersepakat membentuk ‘LOMBOK KIDS PROJECT’ sebagai kegiatan mengajar berbentuk fun learning yang diisi dengan basic english, math, drawing, art, and character building.

Kegiatan mengajar di Lombok Kids Project (LKP) rutin digelar 2 kali dalam seminggu, setiap Selasa dan Kamis sore di Taman Budaya. Ya, tentunya karena LKP belum punya markas tetap yang bisa dijadikan tempat belajar dan berkumpulnya anak-anak.

Mengajar anak-anak di LKP ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan. Karena latar belakang mereka yang kebanyakan terbiasa hidup jalanan, maka mengajar mereka harus terbiasa dengan kebiasaan mereka di jalanan, seperti berbicara dengan suara yang keras, kasar, saling ejek dan seringkali tidak fokus. That’s why we putcharacter buildingas a part of our project. They need it, definitely.

Juga bukanlah hal yang mudah untuk menjaga mereka rutin datang dua kali dalam seminggu. Beberapa anak datang di awal-awal pertemuan, menghilang sekian lama, kemudian muncul kembali. Bahkan beberapa diantaranya kemudian tidak datang lagi karena merasa tidak mendapatkan sesuatu (seperti uang, makanan, dll) saat harus datang belajar. Sisanya, belajar dengan semangat dan riang gembira. Yes, sometimes I bring them chocolates as gift after they had quiz (cerdas cermat), I’ve once bought them bakso. I lend them books and kids magazine, brought some used clothes and trousers. And they were so happy. God, happiness is just that simple for them.
LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

Pernah suatu kali saya bertanya tentang cita-cita. Just like other kids, mereka juga punya mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, artis, perawat, dan lainnya. See? Every kid has their own dream abot future. Nggak jarang juga saya hanya bisa diam melongo saat salah seorang diantara mereka bercerita tentang ‘makanan seadanya’ yang selalu jadi rebutan di rumah. Kadang mereka juga saling ejek, lantaran kebiasaan mandi yang jorok di sungai, pakaian yang bau dan sobek, shampo yang digantikan sabun cuci, atau tentang orang tua masing-masing.

Saat ini, LOMBOK KIDS PROJECT telah berjalan hampir 5 bulan (sejak bulan Desember), dengan 20 orang anak yang terbagi dalam 3 group. Kami juga tengah mengusahakan agar LKP bisa berdiri sebagai sebuah yayasan yang natinya bisa menampung lebih banyak anak.

Teman, bila tanpa sengaja kalian menemukan posting ini dan ingin ikut membantu anak-anak di Lombok Kids Project, we will be so glad, absolutely. LKP membutuhkan buku bacaan, stationery, dan bantuan dalam bentuk lainnya.

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

Oya, in the beginning of the project, Marta sudah membuat facebook page dan blog dwi bahasa tentang Lombok Kids Project. If you guys want to know for detail, just visit ours, and leave your footprints. you can also contact me folks!!😉

Here are the links :

Download our flyer
Facebook
Twitter
Blog

Yes, because every kid has a right to dream ‘bout a better future!!

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

LOMBOK KIDS PROJECT

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s