Johari Window: Cerita Tentang Dinamika Manusia

Saat membuat tulisan ini, saya teringat pada salah seorang dosan favorit saya di Pierce College, namanya Norm Komnick. Saya bertemu Norm saat mengambil mata kuliah ‘Introduction to Communication’ di fall quarter 2012. Kelas Norm selalu menarik. Ia selalu bisa menjelaskan beragam teori dalam ilmu komunikasi dengan contoh-contoh dalam kehidupan nyata.

Salah satu penjelasan Norm yang menarik adalah konsep Johari Window (yang belakangan saya tahu ternyata sangat terkenal -_-). Aplikasi konsep ini dipakai secara luas dalam dunia bisnis dan organisasi untuk berbagai peruntukan, mulai dari self-development, group dynamic, mutual understanding, dan lain-lain.

Johari Window membagi konsep diri manusia kedalam 4 kategori. The Public Self, yaitu bagian dari diri kita yang terbuka untuk orang lain, the area where we both know each other, there’s no secret in this area. The Private Self, yaitu bagian diri yang hanya kita yang tahu, this is your secret area, nobody is allowed to come in (until further noticed :D). The Blind Self, yaitu pandangan/persepsi orang lain tentang diri dan luput dari pengetahuan kita. We are blind, thus we don’t know what others may perceive about us. Persepsi tentang diri bisa jadi berbeda dengan persepsi orang lain terhadap kita, and it’s possible that we are totally blind about it, others don’t want to talk about it, or we’re too blind that we assume others’ views about us are wrong. The Unknown Self, yaitu neutral area, bagian yang sama-sama tidak kita tahu. Ini adalah bagian diri yang belum teridentifikasi, unidentified, undiscovered. As time goes on, some parts in this area may be discovered and go into public, private, or blind area.

The Johari Window
source:explorance.com

Clear enough? For further explanation, you can read here, or ask Google.

Saya ingat pernah melontarkan satu pertanyaan saat Norm menjelaskan tentang Johari Window, “Is there any kind of relationship where ‘the public self’ becomes the only area that exists?” Apakah mungkin ada hubungan dimana ruang yang tersisa hanya public self, tanpa ada yang disembunyikan?

Saat menanyakan ini saya berfikir tentang hubungan-hubungan serius, seperti persahabatan atau pernikahan. Bisa juga hubungan yang (misalnya) mengharuskan kita untuk possibly living 24 hours with somebody else, berbagi ruang, cerita, dan lain-lain. Atau hubungan hati yang sangat dekat,dua orang yang saling mencintai, like you know me too well, or nothing about me that you don’t know.

Does that kind of relationship (with only public self) really exist?

Apakah hubungan seperti itu ada?

Dan jawaban Norm saat itu adalah NO, such relationship doesn’t exist. The portion of your public self may be larger than any other area, but you’ll always have that private self, the area where you’re the only one person who has an access to it.

  • “ruang terbuka itu bisa saja porsinya lebih besar dibanding ruang lainnya, tapi manusia akan selalu punya ruang pribadi yang tidak bisa dimasuki siapapun”

  • …dan saya mengiyakan.

    SECRET DOES EXIST.

    Hidup ini dinamis, begitupun manusia. Ada akal, ada hati, dan ada berbgai peristiwa dengan sekian banyak kemungkinan. Saya pikir, manusia terlalu kompleks untuk bisa dipahami sepenuhnya dan seutuhnya. Konsep sepenuhnya dan seutuhnya menjadi relatif. Sepenuh apa? Seutuh apa?

    Ahh, bukankah dinamika itu yang membuat manusia menjadi menarik?

    2 comments

    1. Thats Right girl,, Talking about human wasn’t just about how mine, yours or our relationship at life but the important thing is how was all human keep their daily relationship even with friends, Neighbours, husband and wife and relationship between us and the creator. Sometimes the study case or comments are according to who was the commentator or how was the comentator life.
      keep spirit my sister…
      I’d like to hear more from u..

    Leave Your Foot Prints

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s