SNOW SWEET SNOW

“Sungguh tak ada yg lebih menyenangkan selain sbuah kenangan, pun tak ada hal yg lebih menyedihkan selain kenangan. Tuhan memberikan kenangan dalam bentuk kertas putih agar kita bisa mengisinya sendiri. Dan pada akhirnya hanya kertas putih itu yang bisa kita ziarahi kembali setelah kita tak lagi bisa kembali pada kenyataan” (Dikutip dari sebuah cerpen lama di koran KOMPAS. Penulis dan judul cerpen luput tercatat).

Mataram hujan. Mungkin, Lakewood, WA, saat ini sedang berkabut, fall season. Musim yang menurut saya paling menyenangkan. Melihat daun-daun berubah warna dan berguguran. Dingin. Short dan tank top mulai berganti sweater, leather jacket, tall boot, dan gloves. Oya, Starbucks selalu ramai, tak peduli pergantian musim.

Iya, Mataram hujan. Tapi yang saya ingat saat ini adalah salju.

Saya teringat sebuah momen magis di penghujung musim dingin, di Washington. Jackie (teman dari seorang teman), mengajak kami ke Mount Rainier. Mount Rainier adalah salah satu icon Washington State. Jangan mengaku pernah ke Washington kalau belum menikmati indahnya gunung ini. Menurut Jackie, saat itu adalah saat paling tepat untuk menikmati salju yang tebal. Winter season bukan berarti salju dimana-mana. Lakewood, kota yang saya tinggali hanya kebagian salju tipis yang becek. Maka jadilah kami berangkat di Minggu siang, 26 Maret 2013, sepulang Jackie dan Maggie dari gereja. Kami berempat menumpang mobil Jackie; ada saya, Maggie, Ever, dan Valentino.

That was PERFECT, Tuhan.

Iya, itu salju tebal seperti di film-film hollywood yang sering saya tonton.
sleeping on the snow

Saya yang kecil ini merasa semakin kecil, menciut, berada di tengah-tengah lapangan putih yang dingin. Dan yang saya ingat pertama kali adalah ibu. β€œBu, saya akhirnya bisa merasakan tidur di atas salju. Ternyata rasanya tidak sedingin yang saya kira, bu” bisik saya dalam hati.

Saya sempat merekam momen itu. MAGIC moment. (watch the video, and feel it).

Bisa dibayangkan?
Jalanan basah dengan gunungan salju tebal di kiri-kanan. Evergreen state, julukan Washington, namun hijau daun evergreen conifer (pinus) tak terlihat oleh tutupan salju. Musik sendu mengalun pelan di dalam mobil. Semua putih. Saya seperti ada di negeri dongeng.
Bukankah, saya pernah memimpikan ini semua?
Dan nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Saat menulis ini hati saya bergetar. Terima kasih, Tuhan.

Mount Rainier National Park

Mount Rainier National Park

Have some fun, dudes!

Have some fun, dudes!

Ever-Jackie-Eliyan (me)-Maggie

Ever-Jackie-Eliyan (me)-Maggie

Cold Cold Snow

Cold Cold Snow

Mount Rainier Trivia

Mount Rainier Trivia

Eliyan
Mataram, 27 Oktober 2013 (11.40 p.m.)

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s