5 Profesi Yang (Pernah) Saya Impikan

growup (gambar: julieverse.com)

Saat kecil dulu, setiap kali ditanya, “mau jadi apa kalau besar nanti?”, atau “apa cita-cita kamu?” pasti jawaban teman-teman saya (dan saya) nggak jauh-jauh dari profesi standar yang populer di masyarakat, misalnya: dokter, polisi, perawat, tentara, guru, atau pilot. Mengapa? Mungkin karena jenis profesi yang saya sebutkan diatas terlihat cukup menonjol di masyarakat.

Makin kesini, saya rasa konsep cita-cita itu makin absurd.

Saya bisa menghitung jari berapa banyak teman-teman saya yang konsisten berkarir di jalur yang mereka cita-citakan dulu. Kebanyakan berkarir sesuai dengan permintaan pasar. Dimana ada tenaga kerja dibutuhkan, kesanalah kita berlari.

Saya pun demikian. Konsep cita-cita yang dulu terdengar sangat manis di masa-masa SD berubah menjadi konsep yang absurd.

Cita-cita itu bukan profesi. Profesi ya profesi, tapi cita-cita adalah keinginan, sesuatu yang ingin kita raih dalam hidup. Well, at least ini cara saya mendefinisikan cita-cita saat ini.

“what do you want to be when you grow up?

Bila pertanyaan yang sama ditanyakan lagi sekarang, jawaban saya pasti 360 derajat berbeda. “Saya ingin hidup bahagia. Period. ” Sederhana memang, tapi jelas tak sesederhana penulisannya.

Okay, let’s get back on track! Kembali ke 5 profesi yang pernah saya idam-idamkan (meski beberapa tidak pernah berani saya sebutkan saat kecil). Please don’t laugh! hahahaha..


ASTRONOT

It’s too good to be true, right? Ketika masih kecil dulu saya seringkali berfikir bahwa jadi astronot itu bukan hal yang nggak mungkin, and that would be the coolest profession ever. Imagine that you can fly among stars, and see the moon closely, you would start wonder about the black hole, and aurore, and moonbow, and so on and so forth. Sampai akhirnya saya tahu, kalau untuk jadi astronot saya harus melahap teori-teori fisika, kimia, dan ahhh astronomi. Maka astronot tinggal menjadi cita-cita masa kecil yang terlalu elegan untuk disebutkan.

DIPLOMAT
Akkkkkk, this is another cool profession I ever dreamt. Sampai di bangku SMA saya masih berfikir untuk menjadi seorang diplomat. Tinggal di luar negeri, menguasai berbagai bahasa, keliling dunia, muncul di TV dengan statement-statement cerdas. Sounds great, right?😀

BOOK KEEPER
Dulu, saya selalu ingin bekerja di perpustakaan, toko buku, tempat penyewaan novel/komik, dengan alasan sederhana: saya ingin membaca semua koleksi buku yang mereka punya. Cita-cita ini memang nggak terwujud, tapi bukankah sekarang banyak cara untuk membaca? LOL. Saat ini tepatnya saya ingin punya rumah baca. Rumah singgah sederhana dengan buku-buku dimana orang bisa melepas lelah sambil berbincang tentang buku, film, dan minum secangkir kopi. That would be awesome!

LINGUIST
Entah bagaimana awalnya saya bisa menemukan kosakata ini dan menuliskannya di diary saya. “I want to be a linguist.” Linguist waktu itu dalam benak saya adalah pakar bahasa. Menjadi linguist, saya harus tahu apa perbedaan kata kawan dan teman, probably dan perhaps, termasuk menguasai bahasa-bahasa asing yang nggak lazim dipelajari orang.

PRETTY TAILOR
Iya, saya kepingin jadi tukang jahit. Meski sampai sekarang pun saya nggak pernah benar-benar menjahit baju sendiri, atau sekedar membetulkan kancing baju (waddahell yahh, El! :D). Entah kenapa, tukang jahit selalu terlihat cool bagi saya. I know, tailor is not a designer, but what a designer can do without a tailor?

Sekian flashback tentang profesi (impian) saya di masa kanak-kanak dulu. What about yours?

P.S.: By the way, do we need that ‘profession label’ to define who we are?

One comment

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s