LIKE NEVER BEFORE

Seberapa sering kamu mengeluarkan pernyataan seperti ini? Apakah sesering kamu suka, atau tertarik, atau jatuh cinta pada seseorang?

 

“Sumpe dah, gue nggak pernah sesayang ini sama orang!”

 

“Dia beda dari yang lain, serius!”

 

Enough for that. Entah bagaimana ceritanya saya mulai tidak menyukai ungkapan-ungkapan semacam itu. Saya mulai mengeneralisir perasaan. Ketika kamu suka sama seseorang, maka itu sebenarnya sama saja dengan suka-suka yang pernah kamu alami dulu. Ketika kamu patah hati, cuek aja, karena lambat laun itu hanya akan jadi another broken heart story. Simpelnya, tumpukan-tumpukan kenangan akan terganti dengan tumpukan memori baru, sesuatu yang dulu kamu lihat spesial, rasa sakit yang dulu mengiris-iris, lama-lama akan menemukan pemberhentiannya.Nothing special. That’s it.

 

Kemudian, beberapa hari yang lalu, saya mencoba menganalisa pemikiran saya sendiri tentang “like never before”, dan saya sampai pada pemikiran bahwa:

 

“Apa yang kita alami, orang-orang yang kita temui, semuanya, memberikan sensasi tersendiri dengan caranya masing-masing. Bukankah tak ada satu orang pun yang persis sama? Bukankah momen tak pernah bisa terulang. Ada dimensi ruang dan waktu, belum lagi perasaan dan pemikiran manusia yang dinamis. Maka menjadi wajar saja jika setiap pertemuan atau pengalaman dilabeli like never before. Tidak ada yang salah dengan like never before, hanya bersiaplah ketika akan muncul like nefer before yang lainnya.”

 

Dan, “like never before” itu yang saya alami kali ini. Setelah berteori tentang semua yang sebenarnya sama, dan pengulangan-pengulangan rasa yang seringkali didefinisikan berlebihan, I found my very personal “like never before”. Tapi ini lebih dari sekedar reaksi berlebihan terhadap orang yang saya temui, perasaan baru yang muncul, pengalaman menarik yang terus bermunculan, momen-momen biasa yang terasa istimewa, obrolan sederhana yang menumbuhkan diri, no it’s not only about that.

 

Like never before saya kali ini adalah kombinasi dari apa yang saya tuliskan di atas tadi, ditambah dengan analisa panjang tentang masa depan, tentang apa yang saya inginkan dalam hidup, tentang benar-benar jujur terhadap diri sendiri, tentang mengenali diri, tentang ingin menjadi lebih baik, tentang ingin berbuat lebih banyak, tentang saling menumbuhkan, tentang bersama-sama untuk sesuatu yang lebih besar, tentang kemanfaatan, tentang skenario Tuhan, tentang hidup dan kehidupan.

 

Dan like never before kali ini tidak datang dari luar, tapi terlahir dari dalam diri.

 

Alhamdulillah, terima kasih, Allah🙂

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s