A Note to Myself: What Have You Learned in 2014, Eliyan? (Part I)

Ada yang sedikit berbeda di tahun 2014. Di tahun-tahun sebelumnya sebelum memasuki tahun baru, saya akan menuliskan hal-hal yang ingin saya capai di tahun tersebut. Tapi tidak dengan 2014. Saya tidak menuliskan rencana-rencana. Tidak sama sekali. Memang ada satu-dua hal yang terlintas dalam benak, namun tidak sampai saya tuliskan. Biar saja 2014 mengalir apa adanya, tanpa rencana. Setidaknya, demikian yang terpikir waktu itu.

Saat menulis ini saya coba memflash back apa yang saya lakukan ketika dulu 2013 hendak berakhir, dan saya menemukan tulisan ini, dan ini. Iya, saya terjebak di tahun 2013, hingga rasanya sulit sekali untuk menerima 2014. The fact of time flies and life goes on just made me crazy, and I decided to put nothing on my list of mission-to-be-accomplished in 2014. Yes, I had no plan.

Saat itu, Januari 2014, saya hanya meyakini bahwa tahun ini (read: 2014) akan jadi tahun yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Tahun yang menantang dan mendewasakan diri. Tahun yang menumbuhkan. Saya yakin 2014 akan luar biasa, meski tiada hal yang benar-benar saya rencanakan.

Seingat saya hanya ada 2 hal yang dengan tepat terlintas dalam benak saya di awal 2014:

  1. Saya ingin naik gunung Rinjani, dan
  2. Saya ingin melepas masa lajang

Hanya itu saja, dan itupun tanpa paksaan. Tanpa harus menyusun rencana ini itu.

Saya hanya ingin sekali saja mendaki gunung selagi masih berstatus lajang. Saya ingin melihat langit lebih dekat. Menguji diri dengan jalanan yang mendaki, melegamkan kulit, dan menyatu dengan alam.

Saya ingin melepas lajang. Meyakinkan diri bahwa Allah telah mengatur semuanya. Entah dengan cara apa, siapa, dimana, saya hanya yakin saja bahwa di 2014, Allah akan mempertemukan saya dengan seseorang. Hati saya ingin berhenti dan menemukan rumah untuk selamanya. Saya ingin membangun cinta.

Hanya itu saja, dan itupun tanpa paksaan. Tanpa harus menyusun rencana ini itu.

Lalu, seperti apa 2014?

Seperti yang saya yakini, bahwa Allah akan menjadikan 2014 tahun yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Tahun yang menantang dan mendewasakan diri. Tahun yang menumbuhkan. Saya yakin 2014 akan luar biasa.

What happened then?
Iya, demikian adanya. 2014 menjelma menjadi tahun yang LUAR BIASA.

to be continued..

 

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s