Catatan Singkat dari Acara Eksis Bersama Ezytravel.co.id

kumpul bareng blogger Hello  Nusantara (foto ngambil di grup, credit goes to one of bloggers :D)

kumpul bareng blogger Hello Nusantara di Djakarta Cafe (foto ngambil di grup, credit goes to one of the bloggers :D)

Apa yang kamu harapkan dari sebuah perjalanan? Oleh-oleh? Pelajaran? Pengalaman? Atau ketiganya? Saya pilih ketiganya. Di acara “Eksis Bersama Ezytravel” saya  mendapat ketiganya.

Acara yang digagas Ezytravel adalah ajang kopdar blogger Hello Nusantara yang dikemas apik dengan workshop menulis dari Elok Dyah. Lebih tepatnya sharing pengalaman. Yang belum tahu siapa Elok Dyah (kemana ajaaaa?) silakan Google sendiri. hehehe.

Sesuai dengan nama acaranya “Eksis Bersama Ezytravel” acara ini memang bikin para blogger super eksis. Apalagi dengan membludaknya tweet, status, foto-foto bertagar #BiarEksisAja di media sosial. Acaranya keren bray, bertabur tawa senang dan chit chat ala blogger. Bagi saya pribadi, acara ini menyisakan banyaaaak excitement. Let me note a few!

Excitement pertama muncul dari kesempatan bertemu langsung dengan para blogger yang sebelumnya hanya sempat dikenali lewat tulisan-tulisan di web hello nusantara atau sapaan di group Facebook. Meski nggak semuanya, tapi wajah-wajah yang hadir paling tidak mampu mewakili kekhasan blogger dari daerah tersebut. Seriously, para blogger hello Nusantara ini memang keren-keren bingitt! Beberapa blogger bahkan sudah menerbitkan buku sendiri. Browse for more untuk tahu para blogger Hello Nusantara di laman-laman berikut hellobogor.com,   hellosemarang.com, helloacehku.com, hellomakassar.com, hellopalembang.com, hellolombokku.com

Excitement kedua muncul dari kesempatan sharing bareng Elok Dyah. Here are some lessons learned from the workshop.

1. Menulis = Memasak

Suka banget saat mba Elok menganalogikan menulis dengan memasak. Supaya masakannya enak, bahan-bahan harus dipersiapkan dengan lengkap. Mempersiapkan bahan pun nggak gampang, harus cari swalayan atau pasar dan pilih sendiri bahan-bahannya–belanja bahan. Dalam menulis, bahan-bahan tadi ibarat informasi, data, yang harus dikumpulkan untuk kemudian diracik menjadi sebuah tulisan. Cool!

Mba Elok Dyah yang kece badai (foto ngambil di grup, credit goes to Kang Iwan HelloBogor)

Mba Elok Dyah yang kece badai (foto ngambil di grup, credit goes to Kang Iwan HelloBogor)

2. Jaga Etika

Sekarang ini “menulis” bisa dilakukan oleh siapa saja, nggak cuma mereka yang berlabel kuli tinta atau jurnalis, namun tetap saja etika harus diperhatikan. Saat berinteraksi dengan nara sumber atau masyarakat, tetap ada hal-hal yang harus dijaga. Wajah murah senyum, sapaan tulus, izin saat hendak mengambil foto, adalah sedikit dari hal-hal yang wajib diamalkan.

3. Write, write, write!

Sebagai blogger yang masih nulis Senin-Kamis, saya seperti ditampar lagi untuk menunaikan resolusi menulis rutin yang selalu ditulis kembali setiap pergantian tahun. Entah sudah berapa kali saya menyesal karena tidak langsung menulis sekembali dari perjalanan atau saat menemukan sesutau yang menarik. Nyesel!! Padahal mbak Elok sendiri bilang, dalam satu perjalanan, paling tidak ada 4 tulisan yang bisa dilahirkan. Wake up, El!

4. Write, write, write!

Lagi? Iya, maksudnya untuk menegaskan, bahwa setiap orang punya style menulis masing-masing. Kalaupun banyak penulis lain yang menginspirasi, jika terus berlatih menulis, maka ada saatnya nanti kita menemukan jati diri dalam menulis. Kapan? You find the answer yourself. Okay!

5. Mulai dari nol, empty yourself

Ini saran yang keren banget dari mba Elok. Setiap kali akan mulai menulis, mulailah dengan mengosongkan diri, mengosongkan ruang pikiran dan imajinasi. Tak peduli berapa banyak tulisan yang pernah dibuat. Penulis hebat sekalipun selalu memulai dari nol, seakan-akan mereka membuat tulisan perdana. That’s why tulisan-tulisan yang sampai ke para pembaca selalu terasa fresh. Setuju!🙂

Thanks, mba Elok atas sharingnya!

Akbar, presenter Kompas TV yang seru bin kocak

Suasana di Djakarta Cafe

Suasana di Djakarta Cafe

a short yet sweet greet dari pak Eric Tjetjep, CEO PT Dwidaya Indo Exchange

Excitement ketiga muncul dari buah tangan dari Ezytravel dan para sponsor. Nggak ada yang pulang dengan tangan kosong. Voucher tiker, voucher shopping, flashdisk, neck pillow, dan buku dari penerbit Grasindo, InsyaAllah jadi buah tangan yang bermanfaat. Thanks, Ezytravel! Oya, sharing dari Grasindo juga menjadi pembuka jalan bagi teman-teman blogger yang ingin menerbitkan buku.

welfie dengan neck pillow, oleh-oleh dari Ezytravel

welfie dengan neck pillow, oleh-oleh dari Ezytravel

Excitement terakhir adalah jalan-jalan. Karena waktunya yang singkat, padat dan terbatas, saya memang sengaja tidak mengabari teman-teman yang ada di Jakarta. Cukup jalan-jalan sendiri aja. Nope, social media spreads the info, tho! Jadilah saya diculik dua orang teman yang bersuka hati meluangkan waktu rehatnya untuk sekedar mengajak saya jalan-jalan. Oh how much I appreciated that!🙂

a night well spent with dear friends

a night well spent with dear friends

Terima kasih Ezytravel, Sukses terus ya! Semoga ada kesempatan keren lainnya yang mempertemukan seluruh Blogger Nusantara sambil terus semangat mempromosikan wisata dan budaya nusantara. Keep writing and inspiring!

Welfie terakhir di Amaris Hotel, 'till we meet again (foto punya kang Hyudee HelloSemarang)

Welfie terakhir di Amaris Hotel, ’till we meet again (foto punya kang Hyudee HelloSemarang)

Sampai jumpa lagi, heptell! (foto ngambil di grup, credit goes to one of them :))

Sampai jumpa lagi, heptell! (foto ngambil di grup, credit goes to one of them :))

2 comments

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s