Selamat Hari Lahir, Sayang…

Manusia berubah. Ternyata itu benar adanya dan sudah terlampau sering saya buktikan. Saat kecil dulu, saya pikir bahwa tak akan ada yang menggantikan serial TV super hero “pasukan turbo”. Buat saya, pasukan turbo, adalah serial TV anak-anak paling kece, mengalahkan power rangers atau satria baja hitam. Hahahaha.. but then, later on, it changed. Meski beda genre, saya terbukti lebih suka Doraemon, dan berharap kartun Ikyu San tayang lagi di TV. Sama seperti majalah Bobo. Sebagai salah satu pelanggan setia Bobo, saya sempat bilang, ahhh tak peduli meski besar nanti, saya akan tetap beli Bobo. Later on, it changed. Bacaan saya berubah. Mulai dari komik donal bebek sampai majalah Go Girl!. Bobo tetap punya tempat di hati saya, hanya saja kesukaan, preferensi, saya berubah bersama waktu.

Apa hubungannya memori masa kecil dengan ulang tahun?

Bukan pada memorinya, tapi pada perubahannya. Jika dulu saya selalu merasa bahwa hari ulang tahun adalah momen super super super spesial (I wrote it 3 times to tell you how special it was for me) sehingga WAJIB hukumnya untuk dirayakan dengan cakes and candy, foodie time with beloved ones, bunch of presents and sweet texts from everybody. Later on, it changed. Momen hari lahir tentu saja tetap spesial, hanya saja cara saya memaknai spesial tersebut menjadi berubah seiring waktu. Diantara banyak pilihan, ternyata ucapan dan doa, adalah hadiah yang paling tak lekang waktu. Dengan ucapan, maka saya tahu, bahwa seseorang, dekat atau nun jauh disana, mengingat saya, meluangkan waktunya untuk memencet tombol keyboard, keypad, menelpon sesaat atau mengirim pesan. Rasanya hangat.

Prolog yang panjang.

5 Mei, hari lahir laki-laki istimewa yang menjadi teman hidup saya. Tahun ini adalah kali ke-4 saya turut hadir dalam momen pertambahan usianya dengan status sebagai istri. Tahun-tahun sebelumnya, kami selalu merayakan momen itu di 7 Mei, sampai akhirnya saya tahu, bahwa 7 Mei adalah tanggal administratif, sementara, tanggal aslinya adalah 5 Mei.

Kali ini tidak ada perayaan. Saya hanya menyiapkan red velvet cake mini dengan skenario candle light cakey time, yang pada kenyataannya jauh dari rencana dan berujung pada kami yang tertidur pulas di tengah tumpukan laporan. Ahh, ternyata saya tidak cukup pandai merancang kejutan. Lain kali saya harus belajar untuk ini. hehe.

Jika saya ditanya tentang hadiah, maka hadiah berupa doa adalah hal terbaik yang bisa saya berikan. Bukan kemeja, sepatu, atau parfum kesukaanmu.

Tidak perlu menunggu momen ulang tahun, karena aku mendoakanmu sayang, setiap waktu. Kau menjalani hari dengan ditemani doa-doaku, doa ibumu, doa ayahmu dan doa dari mereka yang menyayangimu.

Selamat ulang tahun, Sayang..

Semoga hari-harimu diliputi kebaikan, selalu

Semoga dalam perlindungan Ilahi Rabbi, senantiasa

Semoga setiap hela nafas menjadi manfaat..

Amin ya Rabbal Alamin..

 

20170415_133849

Love is you…

Advertisements

Leave Your Foot Prints

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s